Sistem FM-200 pertama kali diperkenalkan pada awal tahun 1990-an sebagai pengganti Halon 1301 yang dilarang oleh Protokol Montreal karena potensi perusakan lapisan ozon (ODP). Sejak saat itu, FM-200 menjadi salah satu clean agent paling banyak digunakan di dunia untuk melindungi ruangan sensitif seperti data center, server room, ruang kontrol pembangkit listrik, ruang kendali kilang minyak, museum, ruang arsip, laboratorium, telecommunication room, dan panel listrik tegangan tinggi.
FM-200 bekerja melalui kombinasi mekanisme pendinginan (heat absorption) dan gangguan pada rantai reaksi kimia pembakaran. Ketika dilepaskan, gas FM-200 akan memenuhi ruangan (total flooding) dalam waktu kurang dari 10 detik dan memadamkan api sebelum sistem sprinkler air konvensional sempat aktif. Kecepatan inilah yang membuat FM-200 sangat ideal untuk melindungi peralatan yang akan rusak permanen bila terkena air atau residu bubuk.
Namun demikian, sebagaimana sistem proteksi kebakaran gas lainnya, efektivitas FM-200 sangat bergantung pada integritas komponen dan ketepatan tekanan dalam tabung. Tabung yang bocor, katup yang macet, nozzle yang tersumbat debu, atau selenoid yang gagal berfungsi akan membuat seluruh investasi sistem proteksi kebakaran menjadi sia-sia justru saat dibutuhkan. Di sinilah peran inspeksi FM-200 berkala menjadi mutlak.